Entah mengapa Zenit melabuhkan hatinya pada Nadir yang sudah
memiliki tambatan hati. Mungkin pada saat itu Nadir tidak menyadarinya atau
mungkin diam-diam Nadir pun demikian, Zenit tidak tahu. Dia hanya memandang
ciptaan Tuhan yang begitu manis (Nadir) dari kejauhan dan berharap Nadir dapat
dia miliki. “Cinta tak harus memiliki” kalimat itu hanyalah fiksi bagi dia,
sesuatu / seseorang yang dia cintai harus menjadi miliknya bagaimanapun
caranya. Hahaha memang pemikiran itu tidak sehat, tetapi masih wajarlah dia
hanya sekedar ingin memiliki kok bukan ingin memonopoli Nadir.
Suatu ketika dia diharuskan untuk bertatap muka dengan Nadir
karena ada keperluan mendesak, ya Tuhaaaannn tidak dapat dibayangkan dag dig
dugnya hati dia. Namun pertemuan pertama itu membuat dia kesal karena harus
menunggu Nadir selama 2 jam !!! Yaa walaupun rasa kesal itu sebetulnya kalah
karena cintanya yang lebih besar, tapi dia tetap harus akting kesal di depan
Nadir. Nadir merayu dia dengan candaannya supaya dia tidak kesal lagi. Sejak
saat itulah mereka intens berkomunikasi. Congrats ya Zen ..
Semakin dekat dengan Nadir, semakin besar rasa ingin
memilikinya. Sebagai seorang wanita, Zenit tidak ingin mengatakan hal itu pada
Nadir, terlebih ada seseorang di samping Nadir. Biar waktu yang menyatukan
mereka (Zenit & Nadir). Cieeee..
__________
(070807) Zenit merasa mendapatkan signal bagus dari Nadir. Dia
diajak kencan oleh Nadir. Kebetulan Zenit pada saat itu masih sekolah, jadi
mereka menjalankan kencan pertama setelah dia pulang sekolah. Oh Tuhaaaannnn,
Zenit begitu sumringah ketika Nadir menjemputnya di sekolah. Dia tidak
mempedulikan di belakang sana ada seseorang yang terluka. Yaa mau bagaimana
lagi, hanya dengan cara itu mereka dapat bersatu. Saat itu mereka pergi untuk
menonton film, sialnya tidak ada film bagus, dengan terpaksa mereka menonton
film “BeBeBe”. Walaupun filmnya seperti itu tapi Zenit tetap bahagia sejahtera
bisa bersanding dengan Nadir. Bukan hanya itu, Zenit pun membeku dibuatnya ketika
Nadir menggenggam tangannya. Alhasil gendang-gendang dalam hatinya berderu
begitu kencang. Untung saja di dalam sana gelap, jadi tidak tahu wajah Zenit
seperti apa. Hahaha
Akhirnya keyakinan Zenit untuk memiliki Nadir terlaksana juga,
yaa walaupun dia hanya menjadi selir hati Nadir tetapi itu sudah lebih dari
cukup (pada saat itu). Mereka sudah terlihat seperti pasangan, memang hanya
orang-orang tertentu saja yang mengetahuinya. Sesekali Nadir memberikan
surprise pada Zenit dengan berpura-pura batal pulang, yang saat itu Nadir berada
di luar kota. Nadir meminta dia untuk menemui teman Nadir di halte sekolah dengan
alasan ada barang untuknya yang dititipkan pada teman Nadir. Dengan bersedih
hati dia menunggu teman Nadir di halte, namun tak kunjung datang. Beberapa jam
kemudian datanglah seseorang yang tiada lain dan tiada bukan adalah Nadir.
Aaaaaah ingin sekali Zenit memukuli Nadir, Nadir tertawa puas. Setiap harinya
banyak hal-hal kecil dilakukan Nadir yang membuat Zenit tertawa. Selama dia
mencintai seseorang, ketenangan, ketentraman, dan kehangatan hanya dia peroleh
dari lelaki ajaib yang bernama Nadir.
__________
Hari itu Zenit dan keluarganya akan berlibur. Nadir mengantar
Zenit untuk belanja barang-barang yang akan dibawanya. Sesampainya di
supermarket, Nadir melihat wanitanya berada di situ juga dan memberitahu Zenit.
Spontanitas dia menjauhi Nadir karena takut ketahuan. Hahaha.. Zenit mengintip dari
kejauhan ketika Nadir menghampiri wanitanya. Dalam hatinya berkata, “oooh itu
pacar Nadir, cantik juga. Tapi kenapa Nadir mempermainkannya?”. Setelah Nadir
ber sayhey dengan wanitanya, Nadir kembali pada Zenit dan berkata, “Kenapa
ngumpet? Mustinya kamu kenalan aja ngga apa-apa.” Zenit tersenyum simpul.
Setelah hari itu, Zenit menanyakan alasan Nadir mengapa
menyia-nyiakan wanitanya. Nadir menjawab dengan alasan yang cukup masuk akal.
Karena alasan seperti itu Zenit tidak keberatan selalu menjadi bayangan Nadir
yang hanya bisa bersembunyi dibalik badan Nadir. Dengan kata lain, Zenit tetap menjadi
bayangan gelap Nadir.
__________
Sebagai pelajar yang baik tentu aktivitas Zenit pada saat itu
adalah sekolah. Pulang sekolah dia dengan sahabatnya menggunakan transportasi
umum. Seperti biasa, dia & sahabatnya duduk paling belakang karena memang
mereka berhentinya paling jauh. Dari jendela Zenit melihat orang-orang yang
sedang mengendarai motor, mobil, dll. Sadar tidak sadar dia melihat pria
mengendarai motor menyalip dengan seorang wanita di belakangnya. Dia hafal
betul dengan perawakan dan motor pria itu. Seketika air mata dia berjatuhan dan
tulang-tulangnya seperti dicopoti, lemas..
Rasanya dia ingin menghilang dari Nadir. Semakin dia
mencintainya, rasa cemburu itu semakin tumbuh subur dan semakin dia ingin
menjadi satu-satunya untuk Nadir. Dia tidak tahan dengan posisinya, dia tidak
ingin lagi menjadi bayangan gelap Nadir. Saat itu pula dengan berat hati dia berbicara
pada Nadir untuk menyudahi saja hubungan mereka. Mereka menangis bersama dalam
telepon, Nadir sempat memintanya untuk mendengarkan lagu “Nidji – Jangan Lupakan”.
Zenit tak henti-hentinya meneteskan air mata, ingin sekali memeluk Nadir. Akhirnya, mau tidak mau Nadir harus memilih 1
diantara 2 hati yaitu Zenit & wanita itu. Nadir memutuskan untuk memilih Zenit.
Dengan keputusan yang Nadir buat, Zenit ingin Nadir bersikap tegas pada
wanitanya. Tapi saat itu wanitanya sulit untuk Nadir lepas. Akhirnya Zenit
tetap bersedia menjalankan hubungan seperti itu. Dalam pikiran Zenit, selagi
Nadir menomorsatukan Zenit dalam hatinya, why not ???
__________
Setahun berlalu ~
“Sepandai-pandai kita menyembunyikan bangkai akhirnya tercium
juga baunya”, peribahasa itu sangat pas ditujukan pada hubungan Zenit dan
Nadir. Wanita itu akhirnya mengetahui hubungan gelap mereka dan dia memutuskan
hubungan dengan Nadir. Zenit tidak tahu betul bagaimana perasaan Nadir pada
saat itu, sedihkah? Senangkah? Yang pasti Zenit menjadi orang terbingung, tidak
tahu apa yang harus dilakukan. Tidak dapat dipungkiri memang dia senang dapat
memiliki Nadir seutuhnya, namun disisi lain dia tahu bagaimana perasaan wanita
itu jika dia tetap dengan Nadir. Dalam posisi seperti itu dia tidak tahu siapa
yang salah dan siapa yang benar. Akhirnya dengan pemikiran singkat dia memutuskan
untuk meninggalkan Nadir.
Terlalu tega Zenit meninggalkan Nadir dengan alasan telah
memiliki hati yang lain. Apa boleh buat, dia takut jika tetap dengan Nadir
tetapi Nadir masih terbayang-bayang wanita itu. Zenit menginginkan seseorang
yang mencintainya tanpa terbagi-bagi.
Selang beberapa hari, Zenit telah menjalin hubungan dengan
lelaki lain. Terlalu cepat dia melakukan semua ini tanpa mempedulikan perasaan
Nadir. Entah setan apa yang telah merasuki tubuhnya sehingga dia dengan mudah mencari
pengganti Nadir. Nadir yang mengetahui hal itu memohon padanya untuk kembali
pada Nadir, Nadir pun rela bila hanya menjadi selir hatinya. Zenit yang tidak
ingin mengulang hubungan seperti itu otomatis dia menolak Nadir. Sabar ya,
Nad..
Sempat terdengar kabar bahwa Nadir dekat dengan wanita baru,
namun Zenit pura-pura tidak ingin peduli. Padahal dalam hatinya dia masih
ambisius tentang sesuatu yang terjadi pada Nadir. Oh nooo
__________
(April 2010) Suatu musibah menghampiri keluarga Zenit. Ayahnya
mengalami kecelakaan dan harus tinggal di rumah sakit selama beberapa hari.
Kebetulan Nadir sudah dekat dengan keluarganya dan kebetulan lagi Nadir itu
sahabat kakak Zenit. Ketika kakak Zenit memberitahu Nadir, Nadir otomatis
bergegas ke rumah sakit. Sejujurnya Zenit salah tingkah mendengar Nadir akan ke
rumah sakit. Sudah lama juga dia tidak bertemu dengan Nadir, kangen itu pasti
ada. Terlebih dia belum menghapus Nadir dalam hatinya walau sudah menjalin
hubungan dengan lelaki lain selama hampir 2 tahun. Di mata Nadir pun tersirat
rindu yang mendalam pada Zenit.
Ternyata, Nadir masih tetap seperti dulu, lucu dan menyenangkan.
Zenit tidak tahu mengapa setiap berhadapan dengan Nadir jantungnya selalu dagdigdug
tak menentu. Hahaha
__________
Setiap harinya Nadir berkunjung ke rumah sakit, bahkan dia
menyempatkan waktu untuk bermalam disana. Betapa senangnya hati Zenit melakukan
segala aktivitas di rumah sakit dengannya, dari mulai ke mushola, kantin, dan
mengantar Zenit ke rumah untuk mengambil sesuatu yang dibutuhkan keluarganya. Sesekali
Nadir berdiri sangat dekat di sampingnya ketika dalam lift. Huwaaaa.. ingin
rasanya dia merajut kembali hubungan dengan Nadir, namun apa daya ada lelaki
lain disisinya dan dia harus menghargai lelaki itu. Oh iya, ngomong-ngomong
tentang lelaki itu, kok tidak ada batang hidungnya ya pada saat ayah Zenit di
rumah sakit ??? Hahahaha.. Biarlah, mungkin lelaki itu sibuk dengan dunianya,
Zenit pun sibuk mengurus ayahnya ditemani si jagoan Nadir. “Terimakasih
Naaaaddd.. tetap menjadi yang terbaik dihatiku dan keluargaku. Aku merindumu,
kau merasakan hal yang sama bukankah? Sayang ini masih tersimpan untukmu, Nad.”
Curhat Zenit dalam hati.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar