Kamis, 18 Oktober 2012

(dalam gelap)



Entah mengapa Zenit melabuhkan hatinya pada Nadir yang sudah memiliki tambatan hati. Mungkin pada saat itu Nadir tidak menyadarinya atau mungkin diam-diam Nadir pun demikian, Zenit tidak tahu. Dia hanya memandang ciptaan Tuhan yang begitu manis (Nadir) dari kejauhan dan berharap Nadir dapat dia miliki. “Cinta tak harus memiliki” kalimat itu hanyalah fiksi bagi dia, sesuatu / seseorang yang dia cintai harus menjadi miliknya bagaimanapun caranya. Hahaha memang pemikiran itu tidak sehat, tetapi masih wajarlah dia hanya sekedar ingin memiliki kok bukan ingin memonopoli Nadir.
Suatu ketika dia diharuskan untuk bertatap muka dengan Nadir karena ada keperluan mendesak, ya Tuhaaaannn tidak dapat dibayangkan dag dig dugnya hati dia. Namun pertemuan pertama itu membuat dia kesal karena harus menunggu Nadir selama 2 jam !!! Yaa walaupun rasa kesal itu sebetulnya kalah karena cintanya yang lebih besar, tapi dia tetap harus akting kesal di depan Nadir. Nadir merayu dia dengan candaannya supaya dia tidak kesal lagi. Sejak saat itulah mereka intens berkomunikasi. Congrats ya Zen ..
Semakin dekat dengan Nadir, semakin besar rasa ingin memilikinya. Sebagai seorang wanita, Zenit tidak ingin mengatakan hal itu pada Nadir, terlebih ada seseorang di samping Nadir. Biar waktu yang menyatukan mereka (Zenit & Nadir). Cieeee..
__________

(070807) Zenit merasa mendapatkan signal bagus dari Nadir. Dia diajak kencan oleh Nadir. Kebetulan Zenit pada saat itu masih sekolah, jadi mereka menjalankan kencan pertama setelah dia pulang sekolah. Oh Tuhaaaannnn, Zenit begitu sumringah ketika Nadir menjemputnya di sekolah. Dia tidak mempedulikan di belakang sana ada seseorang yang terluka. Yaa mau bagaimana lagi, hanya dengan cara itu mereka dapat bersatu. Saat itu mereka pergi untuk menonton film, sialnya tidak ada film bagus, dengan terpaksa mereka menonton film “BeBeBe”. Walaupun filmnya seperti itu tapi Zenit tetap bahagia sejahtera bisa bersanding dengan Nadir. Bukan hanya itu, Zenit pun membeku dibuatnya ketika Nadir menggenggam tangannya. Alhasil gendang-gendang dalam hatinya berderu begitu kencang. Untung saja di dalam sana gelap, jadi tidak tahu wajah Zenit seperti apa. Hahaha
Akhirnya keyakinan Zenit untuk memiliki Nadir terlaksana juga, yaa walaupun dia hanya menjadi selir hati Nadir tetapi itu sudah lebih dari cukup (pada saat itu). Mereka sudah terlihat seperti pasangan, memang hanya orang-orang tertentu saja yang mengetahuinya. Sesekali Nadir memberikan surprise pada Zenit dengan berpura-pura batal pulang, yang saat itu Nadir berada di luar kota. Nadir meminta dia untuk menemui teman Nadir di halte sekolah dengan alasan ada barang untuknya yang dititipkan pada teman Nadir. Dengan bersedih hati dia menunggu teman Nadir di halte, namun tak kunjung datang. Beberapa jam kemudian datanglah seseorang yang tiada lain dan tiada bukan adalah Nadir. Aaaaaah ingin sekali Zenit memukuli Nadir, Nadir tertawa puas. Setiap harinya banyak hal-hal kecil dilakukan Nadir yang membuat Zenit tertawa. Selama dia mencintai seseorang, ketenangan, ketentraman, dan kehangatan hanya dia peroleh dari lelaki ajaib yang bernama Nadir.
__________

Hari itu Zenit dan keluarganya akan berlibur. Nadir mengantar Zenit untuk belanja barang-barang yang akan dibawanya. Sesampainya di supermarket, Nadir melihat wanitanya berada di situ juga dan memberitahu Zenit. Spontanitas dia menjauhi Nadir karena takut ketahuan. Hahaha.. Zenit mengintip dari kejauhan ketika Nadir menghampiri wanitanya. Dalam hatinya berkata, “oooh itu pacar Nadir, cantik juga. Tapi kenapa Nadir mempermainkannya?”. Setelah Nadir ber sayhey dengan wanitanya, Nadir kembali pada Zenit dan berkata, “Kenapa ngumpet? Mustinya kamu kenalan aja ngga apa-apa.” Zenit tersenyum simpul.
Setelah hari itu, Zenit menanyakan alasan Nadir mengapa menyia-nyiakan wanitanya. Nadir menjawab dengan alasan yang cukup masuk akal. Karena alasan seperti itu Zenit tidak keberatan selalu menjadi bayangan Nadir yang hanya bisa bersembunyi dibalik badan Nadir. Dengan kata lain, Zenit tetap menjadi bayangan gelap Nadir.
__________

Sebagai pelajar yang baik tentu aktivitas Zenit pada saat itu adalah sekolah. Pulang sekolah dia dengan sahabatnya menggunakan transportasi umum. Seperti biasa, dia & sahabatnya duduk paling belakang karena memang mereka berhentinya paling jauh. Dari jendela Zenit melihat orang-orang yang sedang mengendarai motor, mobil, dll. Sadar tidak sadar dia melihat pria mengendarai motor menyalip dengan seorang wanita di belakangnya. Dia hafal betul dengan perawakan dan motor pria itu. Seketika air mata dia berjatuhan dan tulang-tulangnya seperti dicopoti, lemas..
Rasanya dia ingin menghilang dari Nadir. Semakin dia mencintainya, rasa cemburu itu semakin tumbuh subur dan semakin dia ingin menjadi satu-satunya untuk Nadir. Dia tidak tahan dengan posisinya, dia tidak ingin lagi menjadi bayangan gelap Nadir. Saat itu pula dengan berat hati dia berbicara pada Nadir untuk menyudahi saja hubungan mereka. Mereka menangis bersama dalam telepon, Nadir sempat memintanya untuk mendengarkan lagu “Nidji – Jangan Lupakan”. Zenit tak henti-hentinya meneteskan air mata, ingin sekali memeluk Nadir.  Akhirnya, mau tidak mau Nadir harus memilih 1 diantara 2 hati yaitu Zenit & wanita itu. Nadir memutuskan untuk memilih Zenit. Dengan keputusan yang Nadir buat, Zenit ingin Nadir bersikap tegas pada wanitanya. Tapi saat itu wanitanya sulit untuk Nadir lepas. Akhirnya Zenit tetap bersedia menjalankan hubungan seperti itu. Dalam pikiran Zenit, selagi Nadir menomorsatukan Zenit dalam hatinya, why not ???
__________

Setahun berlalu ~
“Sepandai-pandai kita menyembunyikan bangkai akhirnya tercium juga baunya”, peribahasa itu sangat pas ditujukan pada hubungan Zenit dan Nadir. Wanita itu akhirnya mengetahui hubungan gelap mereka dan dia memutuskan hubungan dengan Nadir. Zenit tidak tahu betul bagaimana perasaan Nadir pada saat itu, sedihkah? Senangkah? Yang pasti Zenit menjadi orang terbingung, tidak tahu apa yang harus dilakukan. Tidak dapat dipungkiri memang dia senang dapat memiliki Nadir seutuhnya, namun disisi lain dia tahu bagaimana perasaan wanita itu jika dia tetap dengan Nadir. Dalam posisi seperti itu dia tidak tahu siapa yang salah dan siapa yang benar. Akhirnya dengan pemikiran singkat dia memutuskan untuk meninggalkan Nadir.
Terlalu tega Zenit meninggalkan Nadir dengan alasan telah memiliki hati yang lain. Apa boleh buat, dia takut jika tetap dengan Nadir tetapi Nadir masih terbayang-bayang wanita itu. Zenit menginginkan seseorang yang mencintainya tanpa terbagi-bagi.
Selang beberapa hari, Zenit telah menjalin hubungan dengan lelaki lain. Terlalu cepat dia melakukan semua ini tanpa mempedulikan perasaan Nadir. Entah setan apa yang telah merasuki tubuhnya sehingga dia dengan mudah mencari pengganti Nadir. Nadir yang mengetahui hal itu memohon padanya untuk kembali pada Nadir, Nadir pun rela bila hanya menjadi selir hatinya. Zenit yang tidak ingin mengulang hubungan seperti itu otomatis dia menolak Nadir. Sabar ya, Nad..
Sempat terdengar kabar bahwa Nadir dekat dengan wanita baru, namun Zenit pura-pura tidak ingin peduli. Padahal dalam hatinya dia masih ambisius tentang sesuatu yang terjadi pada Nadir. Oh nooo
__________

(April 2010) Suatu musibah menghampiri keluarga Zenit. Ayahnya mengalami kecelakaan dan harus tinggal di rumah sakit selama beberapa hari. Kebetulan Nadir sudah dekat dengan keluarganya dan kebetulan lagi Nadir itu sahabat kakak Zenit. Ketika kakak Zenit memberitahu Nadir, Nadir otomatis bergegas ke rumah sakit. Sejujurnya Zenit salah tingkah mendengar Nadir akan ke rumah sakit. Sudah lama juga dia tidak bertemu dengan Nadir, kangen itu pasti ada. Terlebih dia belum menghapus Nadir dalam hatinya walau sudah menjalin hubungan dengan lelaki lain selama hampir 2 tahun. Di mata Nadir pun tersirat rindu yang mendalam pada Zenit.
Ternyata, Nadir masih tetap seperti dulu, lucu dan menyenangkan. Zenit tidak tahu mengapa setiap berhadapan dengan Nadir jantungnya selalu dagdigdug tak menentu. Hahaha
__________

Setiap harinya Nadir berkunjung ke rumah sakit, bahkan dia menyempatkan waktu untuk bermalam disana. Betapa senangnya hati Zenit melakukan segala aktivitas di rumah sakit dengannya, dari mulai ke mushola, kantin, dan mengantar Zenit ke rumah untuk mengambil sesuatu yang dibutuhkan keluarganya. Sesekali Nadir berdiri sangat dekat di sampingnya ketika dalam lift. Huwaaaa.. ingin rasanya dia merajut kembali hubungan dengan Nadir, namun apa daya ada lelaki lain disisinya dan dia harus menghargai lelaki itu. Oh iya, ngomong-ngomong tentang lelaki itu, kok tidak ada batang hidungnya ya pada saat ayah Zenit di rumah sakit ??? Hahahaha.. Biarlah, mungkin lelaki itu sibuk dengan dunianya, Zenit pun sibuk mengurus ayahnya ditemani si jagoan Nadir. “Terimakasih Naaaaddd.. tetap menjadi yang terbaik dihatiku dan keluargaku. Aku merindumu, kau merasakan hal yang sama bukankah? Sayang ini masih tersimpan untukmu, Nad.” Curhat Zenit dalam hati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar